Senin, 18 Juli 2011

Sekecil Cahaya Lilin Untuk Kevin (Part II)

Oke guys kita lanjut cerita si Kevin yah, mungkin penerbitan agak lambat guys tapi gw usahain deh secepat mungkin walaupun masa taun ini gw harus ngadapin UN hahahaha oke lanjut!

Sekecil Cahaya Lilin Untuk Kevin (Part II)

Saat bu guru bikin anak-anak sekelompok sama temen sebangku, perasaan Kevin udah beda. Banyak kata-kata yang terlintas di otak Kevin. Tapi akhirnya, Shinta mendekat dan menyodorkan tangannya. Tapi lain hal dengan Kevin, dia malah parno dan ampir lompat gara-gara tuh sebatang, sebijik, sebuah, sebatang tangan milik Shinta.

Shinta : hmm … kenapa?(suara lembut Shinta keluar dengan datangnya tanda tanya)

Kevin : e…eh…hmm ga kenapa-kenapa kok … (sambil gelagapan ga jelas kayak curut kepansan)

Shinta : eh … dari tadi kan kita belom ada tuh kenalan, jadi …

Kevin : nama gue Kevin .. (Kevin langsung menjawab dengan sok tegas nya)

Shinta : hihihihihi(ketawak lembut para gadis) … kamu lucu yah J

Hahaha dengan sekejap dunia Kevin berubah dari sangarnya tanah di bumi ini dan pagar yang setinggi pohon beringin apa lagi temboknya segede-gede gabon yang menutupi moment indah untuk Kevin. Yang di rasakan Kevin seperti waktu itu terasa lambat, dan angin bertiup pelan kearah mereka, suasana semakin hangat, dan seperti hanya ada mereka berdua yang ada di kelas itu.

Selama tugas kelompok sudah di proklamirkan oleh bu guru, Kevin tak melepas pandangannya kearah Shinta, tentu saja muka Shinta memerah namanya dipandang dengan pandangan hangat Kevin (eseeeeeeeeeeehhhh :D).

Shinta : Kevin, kok liatin aku aja sih? Ga enak loh di liatin gitu(sambil tersipu malu)

Kevin : iya emang gitu rasanya(terus memandang Shinta dengan pandangan hangatnya)

Shinta : hmm… eh tolong dong kerjain yang ini biar cepet di kumpul

Kevin : semuanya juga boleh kok, sini gue kerjain aja (sambil senyum-senyum)

Dilihat dari asal-usul nya Kevin menginjakkan kaki, dia dari keluarga yang sangat kaya tentu saja terpelajar. Jadi dengan mudah dia kerjakan soal-soal yang di kasih sama bu guru, tapi bukan hanya mengerjakan tugas itu saja Kevin bikin paket malah.

Kevin : eh … ga jadi deh gue kerjain tugasnya…

Shinta : loh kenapa? Susah yah, yaudah sini kita bagi 2

Kevin : bukannya gitu ini soal terlalu gampang(sombongnya nanti dihantui baru tua). Tapi aku punya paket buat kamu, paketnya itu : ngerjain soal semua + gue yang ngumpulin + yang paling penting senyum kamu dikit dong :P

Shinta : iiiihh …. Gatel ih

Kevin : ga kok udah mandi gue kok ga gatel-gatel? Oh lo yang gatel-gatel yah sini gue GARUKKIN :P

Shinta : iiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhh …. Makiiiiin GATAL

Kevin : bagian mananya nih? Biar di batuin GARUKKIN, udah siap nih tangan

Hahaha nafsu laki-laki Kevin malah kebuka macem pagar rumah dia yang ga bisa lagi di definisikan, walaupun dia dari keluarga terpelajar tapi tingkah terpelajar itu hanya untuk di rumah bukan diluar itu semboyan hidup dia selam di penjara(rumah maksudnya).

Waktu pun terus berlanjut, Kevin dan Shinta bercanda tawa bersama, belajar bersama, istirahat di kantin pun bersama, pokoknya romantis deh buat ukuran anak SD(yang SMA aja ga segitunya hahahha). Hari menjelang siang yang menjelang sore, saatnya mereka pulang. Sudah otomatis seorang, seekor, sebutir, sebatang, sepucuk Kevin pasti udah ada Hammer yang setia menunggunya hingga akhir hayat tuh mobil. Kevin mengajak Shinta untuk pulang bersama, Karena rumah mereka jaraknya hanya sebatas kaki kepleset juga nyampek.

Kevin : Shinta …. Mau pulang bareng ga? Gue anter deh ampe depan rumah lo oke?

Shinta : aduh vin, bukan nya gitu juga tapi tuh udah ada yang ngejemput aku

Kevin : siapa? Papa lo ye? Dimana dia? Kenalin gue dong …

Shinta : bukan siapa-siapa sih tapi…. itu di depan gerbang …

Sssuuuuppphhh, langsung deh senyap lagi dunia ini klo Kevin yang liat. Dia langsung diem dan pergi ke dalam Hammernya, ntah apa yang dia lihat mulai dari situ dia bilang mimpinya itu bukan maen-maen. Sesosok mahluk sangar betatto sampe leher ototnya gede sampe berlebih kemana-manayang nyiksa Shinta di mimpinya, itu lah yang ternyata dilihat Kevin dan terbayang sepanjangan jalan kenangan(nama jalan rumah Kevin dan Shinta). Sesampainya di singgah sananya yaitu rumah dengan pagar yang setinggi pohon beringin apa lagi temboknya segede-gede gabon, tempat dimana Kevin selalu melihat matahari pagi setiap hari. Dia langsung masuk kamar dan berharap ada teman disini untuk menghibur hingga dia bisa lupa sama mimpi itu.

Seperti biasanya Kevin hanya bermain di dalam kamarnya yang penuh dengan PS one,PSP,PS2,PS3,Xbox,N Wii,gameboy,NDs, dan computer dengan RAM 4GB harddisk 1 TB LCD 21” sensor keyboard dan mouse buatan RAZER earphone merk Sennheiser. Dimanfaatkannya semua itu untuk cairkan suasana hati yang gundah gulana ini. Yah waktu menjelang malam di masih saja tidak bisa melupakan itu, dan di cobanya tidur dan di paksanya tidur dan akhirnya dia tertidur pulas.

Keesokan paginya, dia tidak bermimpi lagi dan sekarang dia malah bingung kok ga mimpi lagi? Yah mungkin Cuma mimpi sesaat karena berhalusinasi Shinta di gantung dengan simpul yang rapih. Oke, seperti biasa dengan Hammer pribadinya iya melesat bagaikan roket yang tak berasap dan tak bermesin. Setelah masuk kelas dia mulai aneh lagi, Shinta yang menyangka akan dapet temen dekat itu mulai heran dan bertanya, kenapa Kevin bertingkah laku aneh.

Shinta : vin … kamu ga apapa kan? (dengan nada lembut perhatian milik Shinta)

Kevin : hmm …. Ga apapa kok Cuma …. (Kevin menghela nafas nya)

Shinta : Cuma apa vin? Ada yang salah sama kamu yah?

Kevin : eh ga kok, ga ada apapa (gelagapan deh klo di tanya cewe cantik dengan latar belakangnya “serem”)

Yah Bel telah berkumandang dan bu guru pun masuk kelas bersama 2 orang anak laki-laki. Anak yang pertama tampangnya itu kayak orang paok tapi serius tapi lebih ke gaya hiphop, nah yang kedua tampangnya wibawa dan selalu membusungkan dada teplosnya. Akhirnya mereka berdua di berikan kesempatan emas sama bu guru, yaitu di persilahkan perkenalan.

Anak 1 : hei brada and sista yo, kenalin gue sama kak lo yang cantik n baik hati, nama gue rony panggil aja si “BOY” kalo ada yang macem-macem sama lo, lo tinggal panggil gue,udah so pasti gue pasti kabur dari TKP.(sambil nge-rap dengan verse seadanya)

Anak 2 : hmm… eheem(menggetarrrrrkan tenggorokan seperti ingin pidato panjang) hai semuanya, disini saya berdiri bukan hanya sebagai manusia yang menapakkan kaki dibumi kita dan bukan hanya seperti tong kosong tapi ada isinya, saya disini hanya ingin menyampaikan satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan patah kata, dengan ini saya sebagai murid pindahan akan berkenalan dengan semua rakyat yang ada disini, perkenalakan nama saya Robin, lebih tepat nya Robin Pattison

Boy : bro, gua mau bisikin nih “ini kelas baru bro bukan kelas lo dulu yang lo bikin muntah-muntah anak-anaknya makanya lo dipindahin disini, so don’t be like the anymore bro”

Robin : eh kamu tau tidak sedang berbicara dengan siapa?

Boy : sama kutu kupret…

Robin : wah ini namanya pelecehan nama baik nih … bisa saya tuntut kamu.

Boy : ah lo bro macem udah sok tua dan sok wibawa masih anak kls 6 SD aja lo udah belagu

Akhirnya mereka berdua berkelahi lidah(bukan lidah mereka saling jilat-jilatan yah…hueeeeekk ;P). Lalu, mereka di marahi oleh bu guru, dan di suruh meletakkan tas mereka di bawah dan mencari bangku dan meja sendiri di gundang itu sebagai hukumannya. Kevin semangat karena dia bakal nemuin temen yang bisa dia ajak bermain bareng, siapa lagi kalo bukan mereka berdua. Akhirnya lapak kosong yang ada di belakang tempat duduk Kevin dan Shinta telah terisi dengan 2 orang aneh yang masih bersilat lidah(ciiiiiaaaaaaaatttt :D). pelajaran di mulai seperti biasa dan tak ada terjadi keanehan seperti apapun, tapi mungkin ini suatu keanehan, Kevin ingin lebih dekat dengan 2 orang aneh itu dan saat dia melihat kebelakang, terlihat jelas perbedaan anak bebas dengan anak terpelajar. Si Boy jelas saja dengan gaya hip hop dan sedikit gaya MALASnya duduk santai seakan dia sedang menikmati hidupnya yang tidak panjang lagi, sedangkan Robin tetap terlihat tegar dari semua murid lain termasuk Kevin sendiri malah Robin sempat merangkai kata-katanya di secarik kertas yang bertuliskan “SAYA ROBIN PATTISON, DENGAN INI MENYATAKAN AKAN MENCALONKAN DIRI MENJADI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TAHUN BERAPA SAJA, HAL-HAL MENGENAI PEMINDAHAN, PEMECATAN, DAN PEMEGANG SAHAM NEGARA AKAN SAYA BERIKAN KEPADA MENTRI YANG BERSANGKUTAN … INDONESIA, 18 JUNI 2015 ATAS NAMA BANGSA INDONESIA ROBIN PATTISON”. Kevin yang jelas-jelas membaca itu hanya bisa menahan tawa nya dan tetap menyaksikan perbedaan 2 dunia yang ditampilkan oleh Boy dan Robin.

Tik tok tik tok tik tok…. Suara jam kelas yang terdengar sangat keras jika suasana kelas sudah menjelang pulang sekolah. Murid-murid hanya bisa diam terpaku menunggu pergerakan dari jarum jam yang berdetak dan terlihat lebih lama. Suara gemuruh perut para murid pun sudah bergejolak seperti perang Ambarawa, dan tak sengaja salah satu siswa mengeluarkan letusan bom Nagasaki dan Hiroshima yang mengagetkan para murid lainnya. Dengan tawa dan cerianya murid yang barusan di bom dengan gas nuklir, bel sekolah pun berbunyi dan jelas saja anak SD di sekolah ini sudah ga peduli lagi sama yang namanya salam dengan bu guru ato pak guru jika bel sudah berbunyi. Bel itu pun seperti terompet sangkakala bagi satpam yang bertugas di gerbang sekolah, seakan kiamat menyerbunya dan dia harus cepat membuka gerbang. Jika sepersekian detik saja dia terlambat membuka gerbang maka ajal akam menjemputnya.

Tapi ada beberapa murid yang masih mempunyai akhlak, dan menyalami guru sebelum mereka pulang. Yah, murid-murid itu adalah Kevin, Shinta, Boy, Robin, dkk. Mungkin kalo Kevin, Shinta, dan Robin jelas mereka terlihat sebagai murid yang terpelajar dan berakhlak. Tapi bagaimana dengan si Boy, jika di pandang dengan mata dan akal sehat, pasti ga terbayang seorang pemalas dan hidup bebas seperti Boy masih punya akhlak yang baik. Itu di karenakan dia memiliki orang tua yang selalu member nasehat, dan tentu saja dia dengan senang hati menerima nasehat itu. Tak lama di depan gerbang.

Kevin : woy, lo semua pulang sama siapa?

Shinta : aduh, aku ga tau vin masalahnya papa aku ga bisa jemput …

Robin : saya sih di jemput sama mama tercinta saya, dan dengan rasa hormat akan saya coba membalas semua perbuatan yang baik dan buruk mama saya dengan semua kebaikan yang saya miliki

Boy : heh, bin lo mending ga usah deh banyak ngomong, empeeettt nih gue dengernye… oh ya vin napa lo nanya begituan emang lo mau nganterin gue?

Kevin : shinta , kalo gitu lo pulang nya bareng gue aja ye, oh bin lo di jemput yee, kalo lo mau oke gue anterin deh emang di mana rumah lo?

Shinta : oke deh vin aku ikut

Kevin : asiiikkk , eh boy mending lo…

Boy : rumah gue di jalan blablablablablablabla yaudah gue ikut lo deh

Kevin : (yah ada si Boy nih ?? aduuuh perusak !!)

Akhirnya mama nya robin yang akan dibalasnya itu datang dan menjemput Robin. Tinggal mereka bertiga, mereka langsung menaiki Hammer pribadi punya Kevin.

Boy : wah boleh juga mobil pribadi lo vin, gue boleh nyupir kan?

Kevin : weessshh, udah ada supir boy mending ga usah aja deh, ga enak perasaan gue

Shinta : hihihihihihihi(tawa imut dari Shinta yang bikin Kevin klepek-klepek kaya ikan di padang pasir firaun)

Yah Boy di antar pulang dulu karena Shinta juga mau melihat dimana rumah roy. Yah memang agak jauh dari rumah mereka berdua tapi sepanjang jalan mereka hanya bisa bercanda. Walaupun kadang Kevin bercanda yang garing tapi lumayan deh bikin ramein suasana di mobil. Dari kejauhan sudah terlihat kastil kuno tahun 70an megah, besar, dan memiliki relief yang indah.

Kevin : wiiiih, keren yah tuh Kastil … kerajaan mana yang bikin Kastil di tempat beginian?

Shinta : ia, kok bisa cantik banget yah kaya bidadari …

Kevin : apanya kaya Bidadari? Kastilnya?

Shinta : hmm, itu yang di kaca loh masa ga Nampak sih vin?

Kevin : yang mana Shin?

Shinta : coba deh liat lebih jelas lagi(maksudnya itu yah pantulan wajah si Shinta di kaca mobil)

Kevin : (Kevin tersadar, dan langsung gombal) eh iya yah, tapi ga kaya bidadari loh …

Shinta : jadi?

Kevin : lebih tetapnya kaya putridari kerajaan bidadariKU … hehehehe

Shinta : ih Kevin gombal ah

Boy : eh eh … pinggir bang!!!! … ( siiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttt, ban mobil yang terpeleset di aspal)

Kevin : loh boy bikin terkejut aja, ngapain berenti di kastil ini boy.

Shinta : iya memang rumah kamu ada di belakang kastil itu yah nyempil?

Boy : waduh memang gay ague begini tapi ga segitunya juga keadaan keluarga gue, tuh yang lo pada bilang kastil yah rumah gue lah, tuh ada pembantu gue yang body nya tuh bohay amet dah hahaha, bikin semangat hidup tuh nambah.

Kevin : waaaaaaaaaahhhhhhh yang betul boy, keren amet rumah lo, kapan-kapan gue maen ke kastil ntu yee

Shinta : vin, aku ikutan dong

Kevin : iya saying, eh … alamak keceplosan gue

Boy : hahaha, yaudah deh gue masuk dulu ye … pak supir ati-ati yeh bawa mobilnya terus ongkos gue sama orang yang di belakang tuh okeh?!!?

Kevin dan Shinta hanya bisa terus tertakjub dengan kemewahan dan elegannya rumah Boy yang menyerupai Kastil. Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang kerumah. Saat sampai di depan rumah Shinta otomatis di depan rumah Kevin juga. Sudah berdiri sesosok mahluk sangar betatto sampe leher ototnya gede sampe berlebih kemana-manayang nyiksa Shinta di mimpi Kevin dan melotot sangar bagaikan bison yang punya dendam keramat sama si Kevin.

Yah guys apa nih yah yang terjadi selanjutnya? Apakah Kevin langsung cabut ke rumah nya ato malah bercanda tawa dengan sosok mahluk sangar betatto sampe leher ototnya gede sampe berlebih kemana-manayang nyiksa Shinta di mimpinya itu? Yah tungguin aja deh kelanjutan ceritanya :D

Selasa, 12 Juli 2011

Setitik cahaya lilin untuk Kevin

Oke guys mungkin lo bingung yah tapi ga juga, kenapa gue ga ngelanjutin cerita “Sahabat itu CampurSari” kan? Yah gw lagi bingung cari ide, eh malah dapet ide buat cerita ini. semua belum tau ini cerita apa, klo di liat dari judul lo ngira ini ceriat apa coba? Cerita romantis? Horror? Dramatis? … mungkin lo mikir itu kali yah dari judulnya tapi sebenarnya ini cerita comedy horror romantis guys (loh jenis apa itu?) hahaha udah deh jgn lama-lama basa basi nya langsung kita mulai aja yee…



Setitik cahaya lilin untuk Kevin


Di suatu hari ada seorang anak kecil laki-laki berumur 11 taun yang namanya Kevin, dia dari keluarga yang kalo di bilang nih kaya malah kaya banget men, tapi lo semua pasti pada tau klo hidup anak-anak orang kaya tuh kadang di kekang gitu kan, nah yang ini mirip. Si Kevin selalu bermain sendirian saat siang hari maupun malam hari, orang tua nya selalu sibuk nyari yang namanya duit duit duit duit ($_$), nah di suatu malam dia bingung ingin bermain apa karena dia tinggal hanya dengan penjaga dan para pelayan setia nya. Yah kalo siang dia maennya di luar rumah kalo malam dia maennya di dalam rumah.

Pada suatu ketika dia ingin keluar rumah malam-malam dan dia coba melewati rintangan-rintangan yang ada untuk keluar rumah, yah kebayang aja pelayan rumah ada 14 orang belum penjaga di luar ada 5 orang pasti kebayangkan gimana gedenya rumah itu. Tapi sikecil Kevin nekat karena dia nonton di TV kisah perjuangan orang-orang yang sukses dan bahagia biasanya di tampilkan di ‘Kick Andi’ dan dengan segala persiapan dibawanya tas backpack gunung gitu yang isi nya mulai dari makanan, minuman, peralatan mandi, baju, dkk deh, udah macem mau pindah rumah dia.

Hahahahahahaha, tawa 3 orang pelayan yang ada di depan pintu keluar dan 11 orang pelayan lagi mungkin sudah istirahat.
Pelayan 1 : eh, kalian semua udah pada tau blom?
Pelayan 2 & 3 : blom
Pelayan 1 : nah ini lah mau gue kasih tau
Pelayan 2 : apaan?
Pelayan 1 : kemarin di jalan yang di depan jembatan yang ada pohon jambunya masih pentil ada yang bunuh diri loh lompat ke sungai terus hanyut
Pelayan 3 : serius lo? Ah berarti bakal anker dong tuh tempat

Tidak sengaja sikecil Kevin mendengarnya dan dia jadi ketakutan, akhirnya karna cerita “di depan jembatan yang ada pohon jambunya masih pentil” itu dia mengurungkan niatnya untuk melarikan diri dan balik ke kamar tempat dimana dia biasa bermain sendiri, padahal isi kamarnya itu lengkap dari PS one,PSP,PS2,PS3,Xbox,N Wii,gameboy,NDs, dan computer dengan RAM 4GB harddisk 1 TB LCD 21” sensor keyboard dan mouse buatan RAZER earphone merk Sennheiser pun ga bisa bikin dia seneng (udah kayak tukang betulin alat-alat elektronik nih). Oh ada satu lagi “3D LED TV from LG TYPE 42LW4500” dan akhirnya dia nonton TV lagi deh ngeliatin berita-berita yang disajikan di TVone dan MetroTV.

Ke esokan harinya Kevin bermain diluar(maksud diluar ini hanya di halaman sekitar pagar[beuh nyiksa amet yee]) tapi ga sengaja nih, dia ngliat gadis seumurannya lewat di depan pagar rumahnya setinggi pohon beringin apa lagi temboknya segede-gede gabon men, wajah gadis itu sunggu mempesona Kevin sebagai lelaki sejati. Dan ternyata itu adalah tetangga Kevin yang baru saja pindah di depan rumah Kevin. Tentu saja, Kevin berpikir dia akan mendapatkan teman kali ini. Oke cerita nya langsung ke malam aja deh, pas malam hari Kevin ingin keluar dah Cuma pingin ngintip seucil aja ke tetangga baru nya itu dan sekali ladi dia haru melewati rintangan kaya di Fear Factor tapi kali ini rintangannya hidup kayak manusia (loh jadi apaan rintangannya?) yah sap sap sap Kevin mulai lolos dari 1 persatu pelayan. Nah kalo pelayan tingkatannya cuma EASY, tapi klo penjaga di luar tingkatannya udah HARD merangkap EXPERT (lo pikir guitar hero men). Oke, tingkat EASY udah di lewatin Kevin dengan mudah yah namanya EASY, nah tinggal yang HARD merangkap EXTREME nih.

Kali ini dia keluar lewat jendela sebelah kiri karna di situ ada kebunnya jadi di bisa nungsep-nungsep di dalam tanamankan, yah memang itu yang dia lakuin. Dia melihat sinar lampu senter penjaga yang terus bergerak tidak kenal waktu yang di kenal hanya sunset dan sunrise (nah loh, lo pikir lagu imanez man? Ah ada-ada aja nih) maksudnya penjaga ini ga ada tidurnya pas malam udah macem kalong yang lagi perang pake strategi assassin. Klo ada pergerakan yang aneh langsung sergap ga kenal ampun yang dikenal tuh mbak-mbak bohay jualan jamu kalo udah sore. Yah tak disangka penjaga yang berjaga di area kebun berhasil di taklukkan dengan cara si Kevin ngelempar batu jauh ke arah semak belukar jadi perhatian penjaga ini langsung kesitu. Next Stage (macem maen game ya) dia kearah depan pas di pagar yang setinggi pohon beringin apa lagi temboknya segede-gede gabon itu men, di situ tingkat nya udah mulai masuk EXPERT karna yang jaga 2 orang (nah dari sini kita udah tau nih sistem penjagaan 2depan, 1belakang, 1kanan, dan 1kiri) tapi kali ini Kevin punya akal cerdik dia pura-pura di depan pintu dan manggil penjaganya

Kevin : woy bang!(macem manggil tukang bakso ah) kesini dulu
Penjaga 1 : oh saya tuan?
Kevin : yah dua-duanya dong bang
Penjaga 1 & 2 : siap tuan, ada apa nih?
Kevin : kamu penjaga 1 periksa bagian kanan rumah, dan kamu yang 1 lagi periksa sebelah kiri. Liatin penjaga kanan dan kiri lagi bolos tuh.
Penjaga 1 & 2 : oh serius tuan yaudah deh kami cek dulu, tuan masuk ke kamar yah jgn kemana-mana
Kevin : Berebes (lo pikir air berebes men)

Nah 2 penjaga itu sibuk, lalu Kevin dengan leluasa maju ke pagar yang setinggi pohon beringin apa lagi temboknya segede-gede gabon itu men, dan bisa dibilang tingkat assassin punya Kevin udah Ultimate karena udah bisa ngalahin tingkat EXPERT. Tapi dia berhenti dengan tiba-tiba … sebelum dia mau buka tuh gerbang suasana menjadi sunyi senyap tanah pun terlihat hitam kelam di tengah gelapnya malam udah kayak film Van Helsing gitu deh suasananya. Kevin terus terdiam sambil melihat kearah rumah seberang yang tak disangka dia melihat gadis yang mempesona itu menggantungkan dirinya di seutas tali tambang yang lumayan tebel klo buat tarik tambang 50orang juga kuat. Jantung Kevin berdetak sangat kuat yang ada di benaknya hanyalah “ayam goreng ayam goreng”(macem ipin wkwkwk becanda). Dia perlahan-lahan mundur dan ingin sekali teriak dan lari ke dalam rumah tapi saat dia membalikkan badan sudah ada 2 penjaga di belakangnya. Kevin jelas saja memberitahu hal aneh yang ada dirumah seberang itu ke para penjaga.

Kevin : bang, bang, cobe deh kalian liat di jendela rumah seberang itu .. (nafasnya pun ter-engah-engah)
Penjaga 1 : lah tuan kok masih di luar kan udah di suruh masuk … terus ada apa tuh di depan
Penjaga 2 : iya tuan ga ada apa-apa kok tuh (sambil menyenteri jendela dimana Kevin ngeliat mayat gadis bunuh diri itu)

Sekali lagi Kevin memberanikan diri buat ngeliat tuh jendela. Mulut nya mangap ampe 10cm sambil ketakutan dan ternyata dia masih melihat hal yang sama mayat seorang gadis yang kulit nya sudah putih pucat. Kevin laangsung lari masuk rumah tanpa memikirkan rintangan EASY MEDIUM HARD ato EXPERT lagi. Langsung masuk kamar dan tidur itulah yang persis dilakukan Kevin.

Ke esokkan hari nya, ini masih subuh nih si Kevin di mimpiin sama tuh gadis. Mimpinya sadis, mimpinya tuh si gadis itu di siksa sama orang sangar betatto sampe leher ototnya gede sampe berlebih kemana-mana. Pas di siksa tuh pedih banget si gadis di celupin ke bak mandi yang isi nya air dingin bangeeeet apa lagi malem hari ni, di celupnya udah kayak teh kantong nih *clup *clup *clup. Siap warna air nya udah merah kecokelatan (bener-bener bikin teh yah?), di gadis di bawa ke suatu tempat kaya guna bawah tanah gitu di situ lebih sadis lagi nih, tau kan besi panah nah besi nya ini di tempelin dilengan si gadis sampe si gadis tuh jerit-jerit. Lalu si gadis di bawa ke kamarnya yang udah disiapin tali tambang yang buat lomba. Nah kayaknya nih si babon yang nyiksa tadi tuh bekas anggota PRAMUKA abis dia pande bikin simpul tali buat gantung orang yang kuat sih.

Di situ lah Kevin terbangun dengan rasa ketakutan di pagi hari. Kevin terus dihantuin oleh pikiran-pikiran aneh “tadi itu betulan atau Cuma mimpi yah?”. Yah tiba-tiba pelayannya masuk dan membawakan sarapan nasi goreng pk 2 telor pak ayam goreng juga, minumnya simple aja bos air putih tapi itu yang satu aja yang satu lagi cappuccino anget men. Nah pas dia minum air putih dan makan tuh nasi goreng ampe klenger, diakhirinya dengan meminum cappuccino anget nya itu saat di liat nya cappuccino itu tiba-tiba di tempias airnya itu ada bayangan mayat gadis yang bergelantungan itu. Kevin kontan terkejut dan manjatuhkan nya sampe pecah (saying yah cappuccino di bikini di pagi hari, klo gue sih ngliat yang kaya tadi gue minum aja ampe abis nah kan hilang gambar aneh tadi betul kaga?). lanjut ke cerita hari ini dia pergi sekolah dan di kawal oleh 1 penjaga dan 1 pelayang. Dia pergi ga pake mobil sedan kayak Mercedes ato BWM gitu, tapi tiap hari udah pake Hammer men, kebayang deh sedepnya naik Hammer cuma kesekolah aja.

Secepat kilat sudah sampat di sekolah, nah ga kebayang nih apa yang Kevin jumpain di sekolah. Bukan hanya teman-temannya saja, tapi si gadis misterius yang pernah jadi mayat itu baru pindah sekolah dan bisa-bisa sekelas dengan Kevin. Kevin mulai tegang lagi nih kayak tadi malam, dia ga berani ngeliat tuh anak baru. Yah tradisi biasa setiap anak baru harus memperkenalkan dirinya kan? Yah si gadis ini mulai berbicara di depan kelas

Si Gadis : hai teman” nama saya Shinta Anugrahi, kalian bisa manggil saya shinta aja yah … selamat berkenalan semua

Yah akhirnya perkenalan pun telah usai, entah apa yang di lupakan Kevin. Dan ternyata setelah bu guru bilang Shinta boleh duduk di sebelah Kevin, Kevin baru sadar kalo dia tuh ga pernah duduk sama orang lain nah berarti disebelahnya kosong dan kelas ini sudah penuh tinggal di situ lah tempat kosong satu-satunya. Tidak lama kemudian pelajaran dimulai, Kevin dengan tegang nya bahkan seluruh anggota tubuhnya tegang hanya bisa diam gitu aja. Tak lama kemudian ibu guru memberikan tugas berkelompok, dan ternyata tugas kelompok itu sekelompok sama temen sebangku.

Wiih apa yah yang bakal terjadi ni? Hahahaha tunggu next episode yeeeeeeee ..

Eh maaf sekali lagi nih guys ceritanya sepotong-sepotong abis penulisnya pemula sih, dasar payah(emang siapa penulis nya?) hahaha :D

Sabtu, 19 Februari 2011

Sahabat Itu Campur Sari (Observasi Desa Part II)



Fren ni cerita lanjutan dari cerita kemaren ... di baca dan enjoy yah :D




OBSERVASI DESA Part II

Setelah mereka semua masuk kedalam rumah kosong yang konon di katakan orang yang punya rumah itu NINGGALin rumahnya gitu aja, bulu jaket si Acep langsung naik, ga kalah sama si Renal yang jalan rapet-rapet sama temen-temennya ga mau di tinggal sendiri. Rumah kosong itu tidak besar hanya seperti rumah sederhana yang punya pintu dan jendela. Tapi ada satu kamar yang terkunci dan sampai sekarang warga desa itu ga berani buka tuh pintu, tapi 4 sahabat ini penasaran begitu juga Joko yang udah pernah tinggal 4 taun disini pas dia masih kecil dulu.

Renal : hmm … sumpah serem ni rumah wee .. bersih sih bersih tapi….

Randy : tapi apa nal?

Acep : iya nal jangan nakut-nakutin napa

Renal : ye siapa yang nakut nakutin coba, kan aku mw bilang tapi… lantai nya belum di lapisi keramik buatan Ceramic International Industry

Joko : hahahahaha, eneng-eneng wae koe kabeh … wes! Tarok sini semua kopernya

Acep : oke fren … eh fren mala mini kita ke rumah pak kades yang katanya paklek Joko itu lagi

ga fren?

Randy : mau ngapain lagi FREN?

Renal : alah ran kaya ga tau aja si acep … tadi kan baru ketemu idaman hatinya dia, si lela itu loh yang katanya sepupunya Joko

Joko : waduh! Kok malah bawa nama si lela lagi iki? Oh bahaya iki si Acep ga boleh lagi kita ke rumah paklek ku

Acep : isssh! Kenapa jok? Kan niat ku baek mau silah turahmi sama paklekmu, buklekmu, sama ehem “si Lela”

Joko : nah itu!!! Yang terakhirnya itu bahaya nanti si Lela ketularan virus FREN juga toh

Randy : hahahaha ada ada aja lah tingkah kelen ini

Renal : woy FREN FREN udah malam nih trus badan pun udah meminta bahkan memaksa akan kenyamanan tempat tidur …

Randy : wow keren yang bahasamu itu, tapi yang kau maksud tempat tidur itu lantai yang belom di lapisi keramik buatan Ceramic International Industry kan?

Renal : oh iya yah! Kan ga ada tempat tidur nya yah

Joko : yaudah, kita semua tidur di ruang tengah aja

Acep : ah Joko bercanda ah, ini rumah semua ruang tengah macem gubuk derita fren

Randy : udah bante kan aja situ, kalo masalah tidur TOLONG urus hidup masing-masing! Aku duluan yah

Acep : waduh duluan tidur dia

Renal : ikutan lah ran, tidor aku yo woy … eh salah, FREN!

Acep : yah nambah deh 2 kecoak bengkak nih

Joko : ya uwes orang cakep mau tidur juga nih kalo bahasa nge-TRENnya “met malam yah FREN!”

Acep : aduh 3 bijik dah ular molor nih, kalo gitu ikutanlah fren!

Yah mereka berempat tidur bersama layaknya 4 kura-kura tengkurap, acep yang terakhir tidur ga sengaja mendengar suara aneh dari luar rumah seperti tangisan wanita. Dan acep menganggapnya “ini mungkin mimpi, si Lela lagi nangis trus aku datang bawak bunga mawar merah …” ga sampe si Acep mikir, tangisan itu terhenti dan terdengar suara sepatu boots yang di hentakkan di halaman depan rumah kosong itu. Bulu selimut Acep mulai naek dan langsung merasakan aura dingin yang mencekam seperti yang ada di film-film horror itu. Renal yang sebenarnya di dalam selimutnya masih smsan sama biniknya juga merasakan hal yang sama dan dia hanya menutup matanya rapat-rapat. Acep pun mulai takut setengah matang, jadi dia ambil keputusan tidur dengan membayangkan Lela lagi “ehem ehem …”

Ke esokan paginya Randy yang udah biasa bangun pagi di rumahnya kini di terapkan di desa itu, sebelum azan subuh dia sudah bangun dan melihat 3 kecoak bengkak yang masih molor. Dia bersiap-siap mau pergi ke surau terdekat dan hanya atu atunya di desa ini, Randy pun mencoba membangunkan Joko.

Randy : Jok … Jok … Joko mas ayuandri bin Suryadi angsara jokopletok! Bangun dulu lah …

Joko : aduh ran masih malam nih (dengan nada tak punya uang)

Randy : Udah ayok bangun!

Joko : ya u …

Joko terdiam sesaat, jantung nya

berhenti berdetak, darahnya berhenti mengalir, sistem organ tubuhnya ga ada yang bekerja kecuali mata dan otak nya yang ga sengaja melihat bayangan hitam lewat sepintas dibalik jendela berkaca buram rumah kosong itu. Joko melotot dan nafasnya pun udah ga ada lagi, dan saat dia tersadar dari maut sesaatnya tadi tubuhnya terasa lemas, letih, lesu, lemah, dan lunglai. Dia terdiam lagi dan menatap ke lantai dengan posisi duduk bersila, terus dia menatap Randy. Randy pun terheran-heran dengan joko yang merasakan maut sesaatnya.

Randy : jok … ada apa jok? Kenapa kau? Kau kenapa?

Joko : r rraa nn ran! .. tadi koe nengok iku orak, eneng bayangan ireng lewat di depan jendelo

Randy : ah serius jok?!?!

Randy pun dengan rasa penasaran melihat ke jendala itu pelan pelan, dan ternyata ga ada apa apa di balik jendela berkaca buram itu. Lalu dia menghembuskan nafas yang sebelumnya di tahannya buat ngeliat ke luar. Dia melihat joko dan bilang kalo ga ada apa apa di luar. Tapi saat Randy memutar badan dan bicara sama Joko bayangan di balik jendela berkaca buram tadi lewat lagi dan bikin Joko merasakan maut sesaat lagi. Ternyata bukan hanya Joko yang melihat bayangan tadi, ternyata si Renal udah bangun tapi malas bergerak jadi dia ga sengaja ngintip dari balik selimutnya dan merasakan maut sesaat juga.Renal langsung jerit macem betul betul ngeliat setan.

Renal : huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Apa itu Jok?

Joko : mboh? Aku pun wedi(takut)iki

Randy : ah serius kelen ini ? ayo keluar nanti ada orang yang iseng nakot nakotin kita

Acep pun terbangun gara-gara teriakan Renal. Dengan gaya linglungnya

Acep : aduh fren ada apa sih nih fren? Udah tidur aku ga nyaman di lantai yang belum di lapisi sama keramik buatan Ceramic International Industry, eh kelen malah jerit-jerit … kan ngajak ribut nih

Renal : eh cep serius ini ada setan lewat tadi

Acep : huaaaaaah! Mana fren?!?! Mana?!?! Biar kita gibang sedikit … Ciiiiiaaaaatttt!!

PLOOOOOKKK!!! Helusan lembut dan mesrah dari Randy di kepala Acep

Acep : waduh fren! Kok jadi kau setannya fren?!?

Randy : ga ada setan setan fren, mending kita tengokaja keluar oke?

Renal : ayok lah dari pada diam aja di sini kaya kutu busuk mending kita keluar sekalian jalan ke surau, nih aku bawak senter berbateraikan ABC Alkaline Asatu 3 bijik yang ga bisa mati selamanya kalo ga di idupin FREN!

Acep : ayok lah fren ..

Joko : ayok lah

Mereka semua berapat-rapat berjalan dengan 1 senter berbateraikan ABC Alkaline Asatu 3 bijik yang ga bisa mati selamanya kalo ga di idupin, keluar dari rumah kosong itu dan tingak tinguk kiri kanan atas bawah semua mereka periksa tapi tak ada apa pun juga. Dari pada memikirkan hal aneh itu lama lama Joko pun langsung mengunci pintu dan mereka bergegas ke surau terdekat dan hanya atu atunya di desa ini. Sesampai di sana mereka semua tebodo melihat hanya sesosok kakek kakek berbaju putih, jenggot putih, lobe putih, dan mungkin CD(Celana Dasar)nya juga putih. Tapi Randy bersikap santai dan ramah, dia yang pertama masuk ke surau terdekat dan hanya atu atunya di desa ini dan mengucapkan salam, di iringi cecurut-cecurut ciut yang mengucap salam dengan nada pelan-pelan. Tiba-tiba ….

Kakek Tua: WALLAIKUM SALAM!!!!!!!!!!!!!!!!

Renal, Joko dan Acep : huaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!!!(sambil lari keluar surau)

Acep : uwaaaahhh fren bisa ngomong tuh kakek fren!

Renal : aaaaahh!! Ga peduli FREN!

Joko : iyo, aku pun ora peduli meneh iki FREN!

Randy : woy mau kemana?!?!?

3 cecurut ciut menghentikan langkahnya sampai sandal mereka terseret kedepan, Sssssstttttttttttttthhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!

Randy : kok kelen pada lari sih, ga ada yah sopan santunnya sama orang tua

Acep : lah fren itu ORANG yah?

Renal : iya ORANG bukan tuh?

Joko : aduh aduh ojo mikir lagi lah mending kita kabeh lari wae

Randy : woy, yang betol aja lah … itu kan jelas-jelas ORANG trus punya kaki apa lagi bisa ngomong

Acep : udah yakinnya kau fren?

Randy : yah jelas lah … udah sini kelen semua, ntah apa pun jerit sambil lari-lari ntar orang desa sini marah gimana coba FREN!?!?

Renal : hehehe maap deh ran maap abis gara-gara bayangan tadi sih kami semua pada merasakan maut sesaat

Joko : iyo ran, sumpah serem kali

Tiba-tiba kakek tua itu keluar dari surau, mungkin terkejut gara-gara anak-anak pada teriak, dan bicara dengan Randy yang terkejut dengan kehadiran sesosok mahluk tua serba putih itu.

Kakek Tua : eneng opo toh ndo’(panggilan anak-anak dari orang tua jawa)?

Randy : Astaghfirullah … eh kek, maap yah kek tadi orang ini udah ganggu kake lagi berdoa kan kek?

Kekak Tua : oalah ndo’ ndo’ … ya uwes masuk yo ndo’ kita shalat bareng-bareng

Randy : oh iya kek makasih yah kek …

Renal : iya kek maap yah kek

Joko & Acep : iya kek maap juga yah kek

Kakek Tua : yauwes ora opopo ndo’

Mereka shalat berjamaah dan setelah selesai, mereka semua duduk berkumpul mengitari kakek tua putih tadi seperti akan mendengarkan ceramah singkat. Akhirnya kakek tua itu pun bercerita dan bertanya juga kepada para cecurut ciut ini.

Kakek Tua : oh iyo ndo’ … koe kabeh ara’ opo nang kene(kalian semua mau apa kesini)

Joko : oh kek … iki kabeh anggota bikin film documenter tentang desa iki kek … pas pulak desa buapakku lah seng paling deket kek

Randy : iya kek kami disini mau meneliti tentang kehidupan sosial warga desa ini kek … terus ada satu pertanyaan dari saya kek, kenapa yang shalat di surau ini cuma kakek sendiri?

Renal : iya kek? Kenapa Cuma kakek sendiri? Apa di desa ini muslimnya Cuma sedikit?

Kakek Tua : oh jadi koe pada mau bkin film disini toh, klo di tanya kenapa seng laen ora shalat nang kene … yoh iku nang kono ada mesjid toh ndo’

Randy : lah Jok … kata kau Cuma disini satu-satu nya tempat ibadah

Joko : ora ono aku ngomong kayak gitu yo … kan aku ngomong kambek koe iki surau atu atunya di desa iki, kalo mesjid tuh nang kono deket rumah paklekku eneng kok

Randy : haduh haduh … kok ga ngomong kau jok … mending berantem yok di luar tuh kosong jok

Renal : alah gitu aja pun kelen ini …

Acep : jadi gimana fren desa ini? … eh maap maksudnya kek bukan fren …

Kakek Tua : yah desa ini tentram-tentram aja Cuma mungkin ada kisah yang aneh di desa ini …

Randy : kisah apa tuh kek? … eh cep kau bawa ga kameranya?

Acep : bawa kok ran … ini juga lagi ku rekam

Kakek Tau : waduh masuk ke tipi lah kakek yo ndo’ hahahahaha … yah kisah itu uwesh dari dulu ndo’, dulu tuh eneng orang seng punya rumah di ujung pondok perbatasan sama desa sebrang. Anak nya perempuan cantik kalo bisa di bilang yah.. kembang desa ini dulu, tapi …

Randy : tapi apa kek?

Kakek Tua : pas malam hari di rumah itu, dia Cuma tinggal sendiri ga ada orang, buapak satu-satunya lagi pergi ngumpul-ngumpul di pos sampe larut malam. Tiba-tiba eneng orang seng masuk teros nyekap iku perempuan baru di perkosa ndo’

Acep : wah enak lah yah kek?

Joko : Hussssssssssshhh!!! Ora sopan koe cep …

Kakek Tua : iya ndo’ enak tuh ndo’

Randy : hah!? Kakek tau dari mana itu enak?!?

Kakek Tua : ehmm … ngg g ga ndo’, nggak ndo’, Cuma inget dulu kakek punya istri pas jaman muda dulu

Renal : hahahha jadi ceritanya kakek mau nyoba lagi?

Kakek Tua : hahahaha … ya ora toh ndo’ iku kan uwes lama, trus punya kakek juga uwes LAPOK

Acep : hahahaha keke dia?....kenapa ga ke mak IRIT(cucu mak EROT generasi 9) aja kek? Di situ kek yang mijit masih muda trus sistem pembayarannya irit malah bisa utang dulu …

Joko : eh koe ngomongin opo sih? … kakek juga kok malah cerita yang begituan sih, balek lagi lah ke ceritane kek

Kakek Tua : oh iyo iyo … pas perempuan itu di perkosa, suasana nya iku senyap. Katanya si perempuan sama si pemerkosa ini saling meresapi satu sama yang laen ndo’, iku sih kata-kata orang sini. Eneng seng ngomong suasanane panas eneng suara nafas mendesah gitu ndo’.

Acep : waduh! Sumpah enak tuh fren … apa lagi malam kan dingin di tambah kehangatan tubuh seorang wanita fren …. Hmmmmmmmmmmmmmm!!!! Maknyus lah fren!

Randy : hahahaha mulai ni acep mikiri ntah apa apa lah

Renal : iya juga kok bisa saling meresapi gitu yah?

Acep : berarti si perempuan sama si pemerkosa tuh sama-sama horny fren

Joko : oalah fren fren … koe kabeh kok ngebayangin iku cerita dewasa, porno TAU!

Randy : hahahaha udah lah woy kita lanjut dulu cerita kakek ini … kek lanjutin kek

Kakek Tua : Akhire si perempuan sadar trus jerit kesakitan ndo’, tapi karna rumahne di ujung pondok perbatasan sama desa sebrang itu jauh dari pos jadi jerit si perempuan itu ora kedengaran ndo’. Tiba-tiba besok pagine si buapake iku pulang pagi tros pintu rumah iku rusak, jebol geeettoooh!!(gaya alay), trus banyak darah seng tumpah jadi bikin jejak ke sebuah kamar yang di biarin ke buka. Dan di dalamnya uwes eneng “sesosok tubuh perempuan telanjang dada dan telanjan bawah yang katanya di perkosa dan saling meresapi itu tergantung di sebuah tali seng uwes di iket ke asbes lapuk”.

Rinal : ran ini kakek asli manusia ato apa sih … kok ngomongnya itu kadang jawa kadang alay kadang inggris eh kadang Indonesia bagus??? ( berbisik ke randy)

Randy : udah mending kau dengerin aja ni “Kakek Gaul”, mau ngelanjutin ceritanya dia

Kakek Tua : tros ndo’ si buapake iku nangis ngeliat “sesosok tubuh perempuan telanjang dada dan telanjan bawah yang katanya di perkosa dan saling meresapi itu tergantung di sebuah tali seng uwes di iket ke asbes lapuk” saat dia melihat body anak nya sendiri eh hasratnya naek ndo’, di tutup semua pintu rumah jendela pun ditutup. Dan banyak warga yang ngomong kalo buapake iku nge-GAS anake sendiri ndo’ ntah nipu ntah asli tuh ndo’? … pokoke warga desa uwes nemuin 2 mayat di kamar iku, seng siji iku “sesosok tubuh perempuan telanjang dada dan telanjan bawah yang katanya di perkosa dan saling meresapi itu tergantung di sebuah tali seng uwes di iket ke asbes lapuk di tambah udah di GAS buapake” seng ke dua iku “sesosok tubuh gemuk bergelimang darah dari perutnya yang ancor”. Kalo masalah perute seng ancor kakek sendiri ora ngerti iku kenopo? Tapi seng jelas iku eneng orang ato sesuatu yang membunuh buapake iku.

Acep : ntar dulu kek … tadi rumah nya dimana?

Kakek Tua : rumahnya di ujung pondok dekat perbatasan desa sebrang ndo’ … emang kenapa?

Acep : Anjrit! f fr fren … tempat kita nginep tuh fren?!?

Randy : emang iya lah cep, dari awal kan udah di bilang sama kakek ini rumanya itu di ujung pondok dekat perbatasan sama pondok sebrang.

Renal : iya .. jadi yang tadi subuh tuh kita ngeliat bayangan aneh di depan jendela beneran hantu ran?

Randy : yah siapa yang tau?

Joko : ah berarti tuh bayangannya bayangan perempuan iku yo fren? Berarti perempuan iku lagi telanjang dada dan telanjang bawahkan fren(joko melihat ke atas sambil membayangkan cewek cantik telanjang dada dan telanjang bawah…gimana yang bentuknya?:’’D)

Acep : ih fren itu kan udah jadi mayat fren …

Joko : seng penting telanjang dada sama telanjang bawah cep … maknyus cep!

Renal : apa lagi kalo lela cep kau bayangin aja coba si lela itu “telanjang dada sama telanjang bawah” hmmm … pasti top markotop cep.

Acep : weeeeeiiiit freeeeen!! Kalo lela jangan kau bayangin itu khusus aku aja fren

Randy : okelah kek, makasih atas cerita yang agak seram itu yah kek … woy udah menjelang terang nih, waktunya kita bikin film desa ini fren

Renal : ayok lah ran …

Joko : yok, sambil jalan-jalan kita uwes lama aku ora nang kene jadi kangen fren

Acep : woookeeeehh! Batre kamera full!, batre HP full!, nah fren batre perut kosong fren!

Randy : oh iya laper juga nih yah … eh jok dimana nyari sarapan jok ??

Joko : uwes koe kabeh ikut aku, eneng tempat sepesial, nasi gurihnya fren bueeeeeeeeeehhh!!! Sedaaap kali lah…

Renal : wah pas lah kalo gitu ayok tancap gas

Randy : kek makasih sekali lagi yah kek … kami pamit dulu kek assalamualaikum

Kakek Tua : ya uwes ati ati yach:* walaikumsalam

Renal : mak?!?!?!? Paten bah si kakek gaul ini

Akhirnya mereka keluar dari surau tempat dimana ada sesosok kakek kakek berbaju putih, jenggot putih, lobe putih, dan mungkin CD(Celana Dasar)nya juga putih ditambah ternyata kakek tua ini kakek gaul!. mereka pergi di pimpin sama Joko mas ayuandri bin Suryadi angsara jokopletok mencari tempat nasi gurih terenak katanya. Saat mereka melangkah keluar dan makin jauh si Renal merasa aneh dengan kakek gaul dan serba putih itu, dia melirik ke surau dan melihat kalau kakek gaul dan serba putih it uterus melototin mereka yang lagi jalan menjauh dari surau.Tapi rasa aneh yang di rasain Renal masih kalah sama rasa aneh yang pertama yaitu pas kakek itu ngomong alay, jujur di dalam hatinya batinnya itu terkejut. Tapi sekali lagi dia melirik ke surau yang makin jauh tapi tetap aja kakek itu masih memelototin mereka, renal langsung melihat kea rah kaki dan sandal kake itu ternyata masih ada. Tapi Randy yang merasakan ke anehan itu juga melirik kearah surau dan ternyata udah ga ada siapa-siapa sandal kakek itu pun udah ga ada.

Randy : lah kemana yah kakek gaul serba putih itu?

Renal : itu kan masih ada tuh dia melototin kita

Randy : ah mana ada tuh sendala nya aja udah ga ada

Renal heran dan melirik lagi ke surau dan ternyata kakek itu masih ada, dia bingung “sekarang yang bego si randy ato aku yah?” lalu dia memejamkan matanya sekalai dengan cepat dan kakek itu udah ilang. Disitu dia diem aja kaya ga ada apa-apa yang terjadi, dan dia ga mau nambah ketakutan temen-temennya yang laen.

Ada apakah di balik semua kisah yang di ceritakan kakek gaul serba putih itu? Ikutin yah fren kisah 4 sahabat ini membuat film documenter desa ini dan menyelidiki misteri yang ada di desa ini :D


Kalo bisa add saya yah hehehehe ...
FB:

Fren ini kami ada promo sedikit mana tau berminat silahkan buka disini

Selasa, 15 Februari 2011

Sahabat Itu Campur Sari (Observasi Desa Part I)

ini cerita komersial yg sebenarnya iseng-iseng aja sih, cuma lumayan lah buat ngilangin stres tapi ga tau juga klo makin stres yah hahahahahahahaha setiap orang beda selera. tapi yang baca aja deh dan just enjoy for this :D

Karya by : Kecap :)


OBSERVASI DESA Part I

Dia sebuah SMA swasta yang terpupoler di kota itu, ada banyak anak gaul dan anak zaman. Tapi ada juga sekelompok anak yang menganggap trendy hanya di mata saja, jadi bergaya itu bebas asal masih sopan. Salah satu nya ada yang bernama Randy, randy ini anak nya baik, agak pemalu dan kadang-kadang bisa gila. Dia tuh seorang cowok berkulit terang dengan rambut yang tebal, ukuran tubuh normal seperti cowok ala kadarnya dan hidungnya yang mancung. Dia adalah anak yang gampang bergaul, memilki banyak teman dimana-mana tapi satu kekurangan nya sampai kelas 2 SMA ini dia belum sama sekali memiliki pacar atau gebetan.

Randy : cep(salah satu temen randy), anak-anak pada kemana?

Acep : ntah aku pun ga tau

Randy : lah tapi tadi kau sama si andri, renal, sama si joko

Acep : iya tadi sih si andri mw ke toilet tapi lama kali yaudah kami tinggal deh, klo si renal sama joko tiba-tiba aja ilang ntah kemana?

Randy : hmmmmmmmmmmmm!!!! Ga ada yang beres ini ku rasa …

Tiba-tiba sepasang bestfriend dari SD yaitu Renal dan Joko (Renaldi agung suryo dan Joko mas ayuandri) datang dengan terbahak-bahak ketawak ga berhenti

Acep : klen dari mana fren?

Randy : iya dating-dateng ketawak pulak?

Renal : hahahahahahahaha, sorry lek tadi kami ke depan gerbang bentar

Joko : iyo lek, tadi tuh eneng orang seng jualan es rujak serut yang mau nganterin jualannya ke orang di sebelah kami, tapi eh … ke sandung iku orang, ya uwes blek! Tumpah kabeh bles! Seng bli basah tukang rujak manyun uahahahahahahahahha … (cowok keturunan jawa asli yang masuk kota)

Randy : eeeaaaalaaaah .. ku pikir ntah ada apa pun, ntah tadi si rinal di godain emak-emak baru lucu

Renal : lah kenapa jadi aku yang kena?

Acep : udah nasib kau itu nal … eh fren kek mana nih tugas kita?

Randy : tugas yang mana cep? Emang kita ada PR(Pekerjaan Rame-rame)

Acep : ada loh fren, yang bikin film dokumentasi kehidupan masyarakat desa

Renal : aduh! iya yah?

Joko : uwes kue kabeh ojo pusing-pusing, di tempat lahir buapakku eneng deso seng akeh orang-orang baek, opo meneh kepala desa ne iku paklek aku fren

Randy : serius kau jok?

Joko : iyo serius, malah duarius loh

Renal : okeh kapan kita maen-maen ke desa buapaknya joko?

Acep : kita bukan mau maen-maen fren kita nih mau bikin film dokumentasi tentang desa itu, dari sistem ekonomi, bahasa, hubungan antara petinggi desa, sampe kehidupan mereka fren

Randy : betul tuh cep, aku setuju!

Renal : setuju apaan ran?

Acep : iya? Setuju apaan?

Randy : iya yah setuju apaan? Aaaahhh … ga penting setuju apaan yang penting kapan kita ke desa buapaknya joko itu?

Joko : minggu ngarep, siopo seng bisa berangkat?

Randy, Rinal dan Acep menjawab pertanyaan Joko, dan setuju kalau mereka akan pergi minggu depan. Dan mereka sepakat perginya itu pake mobil VW combi tahun 70’an punya Joko warisan buapaknya yang waktu itu sukses dengan ladang cabe, singkong, sama semangka.

Pas hari H mereka sudah berkumpul dan mempersiapkan semua peralatan dan makanan kecil untuk bertahan hidup di sebuah desa yang mereka sendiri ga tau gimana tempatnya yang tau hanya Joko dan dialah navigator mereka. Dijalan menuju desa Meriam Bambu dimana terlahirlah sosok Buapak yang paling joko saya

ngi, dan akan mewarisi segala macam bentuk harta yang di punyai sama buapak nya joko untuk joko sendiri, karna joko adalah anak tunggal dari bapak Suryadi angsara jokopletok dan ibu mayang sari ratihyani mengosoh.

Randy : jok, masih jauh lagi yah tuh desa yang kita datengin?

Joko : ga kok ran, iki uwesh deket ojo kuatir koe yoh, aku iki dari SD kelas 3 uwes jadi joki mobil loh, klo orak percoyo tanya sama sih rinal iku best fren ku dari kelas 1 SD

Randy : iya deh iya, percaya kok aku , kau kan joki sekaligus navigator kami.

Acep : woy fren (nada baru bangun tidur) udah nyampe mana nih kita fren?

Renal : nyampe mana aja boye (sambil smsan sama biniknya)

Acep : hah! Berarti kita tersesat dong fren? Woy jok berhenti! Berhenti!

Ciiiiiiiiiiiiiitttttttthhh!!!! … mobil itu terhenti dengan tiba-tiba karena Acep yang masih ngawur baru bangun tidur.

Joko : eneng opo koe acep! Bikin aku tekejut batin ae koe

Randy : iya cep ada apa?

Acep : fren mending kita nanya orang aja deh biar ga tersesat masa udah masuk hutan gini sih

Renal : siapa yang tersesat FREN??

Acep : lah fren tapi tadi kau yang bilang kita dimana aja boleh? Berartikan kita tersesat fren

Randy, Joko, Rinal : eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalaaaaaaaaahhhhhhhh! Ceeeeeeeeeeeeeppp aceeeeeeeep

Acep : lah kenapa fren? Mending kita nyari orang fren biar ga ke sesat

Rinal : heh! Kita tuh udah di jalur yang pas mantap, ga perlu lagi tuh orang-orang laen, tuh ada joki sekaligus navigator, buat apa ada si joko mas ayuandri?

Acep : oh nal, jadi kita aman-aman aja nih kan?

Renal : ya iyes, masa ya no?

Randy : aduh aduh … sampe bunyi ban mobil warisan buapaknya joko cekitcekit!

Joko : hmm … Acep acep uwes bkin aku tekejut eh ngotot nggolek orang, eh longor!

Acep : yah maap fren abis bangun tidur nih fren

Randy : halah … alibi kau nya itu cep

Acep : hehehehehe maap fren, kalo gitu lanjut joo

oooook!

Joko pun meneruskan bakat joki sekaligus navigatornya itu dan langsung melesat ke tempat tujuan yang sebenarnya udah dekat dari tempat ban mobil yang cekitcekit. Sesampai di desa tersebut Randy, Acep dan Renal terkejut sama keindahan sawah yang terbentang luas di iringi sejuknya angin sepoi-sepoi, saat tiba di depan rumah pak kades yang katanya paklek nya si Joko, 3 orang lain nya ter cengang dengan anak pak kades yang katanya sepupunya si Joko. Kecantikan lela(nama anak pak kades yang katanya pakleknya si Joko) membuat seorang Acep yang cuek akan wanita, mangap 10cm ga bisa tertutup lagi, dia bengong dan terus menatap lela dengan tatapan mata yang besar alias belok. Randy dan Rinal terpaku melihat Acep yang sedang mangap 10cm ta tertutup lagi. Langsung mereka berdua menepuk bahu Acep supaya roh Acep yang tadinya ada di depan lela balik lagi.

Randy : eh cep, jangan kau tengok aja tuh kembang desa, ntar di usir buapaknya kita

Renal : iya macem ga pernah liat cewek cantik kau cep

Acep : sumpah fren kali ini tak tahan lagi aku, ini cewek punya body aduhai, rambut lebat hitam, paras wajah cantik bersinar, pipinya fren merah merona, bibirnya sensual kale! senyumannya fren beeeuuuhhh! Bikin naek darah fren! huuuh! Sep kali kembang desanya, emang ga sia sia kita ke sini fren apa lagi body si lela tuh huuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! Sep markotop fren

Randy : waduh! Nah ini Acep biasa kau cuek samacewek … eh kok malah bersinar-sinar mata kau cep ngliat kembang desa nya

Renal : iya iya kali ini hasrat si Acep udah beda ini aduh bakal ada cerita dewasa lah ini

Acep : wah Ran..nal.. mau cerita dewasa kek cerita remaja, cerita dongeng kek TERSERAH! Yang penting tuh body huuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!

PLOOOOK! Helusan mesrah Joko ke kepala Acep

Joko : oh koe ojo bikin seng aneh-aneh yo cep! Nanti di usir kita sama masyarakat desa iki ..

Acep : aduh fren! Sakit bener elusan kau jok. Jok … jok kenalin aku lah sama lela yang katanya sepupu joko itu fren

Joko : emmoohh! Ora sudi aku si lela kenal karo koe

Acep : waduh! Fren tega amet kau sama teman seperjuangan kau dari desa ke kota

Randy : udah jangan berantem lagi kelen, klo mau kenalan kita rame-rame kenalannya

Renal : sejutu! Eh setuju! Walaupun aku dah punya binik tapi kenal dikit kan ga apapa

Joko : yeeee koe pada arak kenal yo sama si lela ?

Acep : OH JELAS!

Randy : hahahahahahahaha semangat banget kau cep

Renal : hu uh semangat 70’an

Karena mereka tiba di desa sore hari jadi udah waktunya maghrib, setelah itu mereka semua ngumpul di rumah pak kades yang katanya paklek nya Joko, si Acep langsung geleng kiri geleng kanan seperti mencari sesuatu yang sangat berharga. Tiba-tiba dateng si lela bawa kopi susu panas gulanya sedikit ga pake susu sama es teh manis anget ga pake gula. Langsung tuh si Acep berlagak maco padahal mata copet yang pingin narik perhatian si kembang desa yang katanya sepupuhnya Joko. Pak Sumadi alias pak kades dan ibu Saodah yang jadi pedamping hidup pak kades yang katanya pakleknya Joko mengucapkan selamat datang ke Desa Meriam Bambu.

Pak Sumiadi : yah adek-adek sekalian, selamat datang ke Desa Meriam Bambu yang tak seberapa ini walaupun rumah warga di sini hanya beratapkan genteng metal buatan Metal Rebuild Industry, dan beralaskan ala kadarnya lantai bersemen Holcim dan di lapisi keramik buatan Ceramic International Industry, yaahhh … rata-rata rumah warga di sini hanya menggunakan jasa-jasa yang saya sebutkan tadi

Ibu Saodah : iyah adek-adek, di tambah rumah di desa ini dindingnya buatan Holcim yang sudah di ukir-ukir sama buapak Aril, Tukang Ukir Dinding Rumah, contohnya dek pas adek di depan rumah kami kan ada ukiran di dinding depan kn dek?

Renal : imaktong!

Randy : Oh mak jang! Ini desa ato desa?

Renal : iya ran, sumpah produk nya bahan baku rumah warga sini dari jasa luar negeri semua

Randy : iya yah … ini desa udah bukan desa maju lagi … ini desa udah kemajuan namanya

Joko : hahahahaha koe semua tekejut yh, aku uwes 4 taun nang kene … dulu ada tuh nang kono eneng warnet Cuma seng jaga ne ora eneng modal meneh, jadi udah di gusur sama masyarakat kene

Renal & Randy : HHHHAAAAAAAAHHHHH!!!! SUMPAAAAAHHHH KAU!?!?!?!

Joko : lah kok ga percoyo toh, aku iki jujur orange

Randy : Waduh! Cep apa yang mau di dokumentasikan cep?

Sembari Randi, Renal, dan Joko bercerita tentang Desa Meriam Bambu, Acep dengan tehnik gatal yang baru ia pelajari dari petapa genit (mbah marsuidiyo) di gunung KAKAK IBU, dia gunakan untuk menarik perhatian sang Kembang desa. Di tatap nya terus si Lela, dan Lela pun membalas dengan tatapan mesrah yang langsung menusuk hasrat Acep, di tambah tangan Lela yang terus memutar-mutarkan rambutnya yang tebal hitam itu, sambil menggigit bibir bawahnya, Lela membalas tehnik Acep yang baru ia pelajari dari petapa genit itu. Muka Acep merah padam karena menahan rasa ke “sem-sem”nya itu terhadap Lela.

Randy : nal nal … kau tengok tuh si acep sama sekali ga di gubris kita ngomong

Renal : iya ran, rusak rusak dunia ini

Randy : oh iya pak sumiadi bu saodah, boleh kami menginap di desa ini untuk 3 hari 4 malam?

Joko : huuuusssh! Dimana ran ora ono yang namanya 3 hari 4 malam? Ada nya 4 hari 3 malam

Randy : ah kau pun jok, macem ga ngerti aku aja lah that is just kidding FREN!!

Dengan tersadar bahwa kata-katanya di ucapkan orang Acep pun langsung menoleh ke arah kawan-kawan nya itu.

Pak Sumiadi : Boleh dek, asal adek bisa kan tidur di bawah?

Renal : oh bisa pak, kan beralaskan ala kadarnya lantai bersemen Holcim dan di lapisi keramik buatan Ceramic International Industry kan pak?

Pak Sumiadi : itu rumah warga dek, klo buat temp

at tinggal adek, tuh di ujung pondok perbatasan desa sebrang, alas nya yah emang pk semen Holcim tapi blom ada keramik nya.

Renal : waduh? Kata nya rata-rata rumah warga udah beralaskan ala kadarnya lantai bersemen Holcim dan di lapisi keramik buatan Ceramic International Industry?

Pak Sumiadi : emank dek tapi itu bukan rumah warga itu bekas warga dulu yang tinggal di situ Cuma karena ga ada biaya dia pergi NINGGALin desa ini

Randy : oh jadi itu rumah kosong yah pak?

Pak Sumiadi : iya dek kira-kira itu rumah kosong udah ada 15 tahun dek

Acep : nah ini! 15 taun fren apa coba isinya?

Pak Sumiadi : tenang aja fren(paklek nya joko keceplosan karna ngikutin gaya bicara Acep) itu udah di bersihin kok, tp …

Randy : tapi apa ?

Pak Sumiadi : ehm … enggak … enggak dek

Randy : hmm …

Randy dan Renal saling melihat dan memikirkan halyang sama “pasti ada rahasia di rumah kosong itu” tapi mereka diam dan mendengarkan penjelasan Pak Sumiadi yang katanya pakleknya Joko.

Pak Sumiadi : oh ya uwes, Joko … bawa temen mu iku ke rumah seng kosong di ujung pondok perbatasan sama desa sebrang.

Joko : enje paklek … yok fren fren iki ikutin aku yo .. ojo berpisah-pisah

Dengan rame-rame mereka naik mobil VW combi tahun 70’an warisan buapaknya Joko langsung melesat ke TKP. Sesampai di situ semua anggota kelompok bikin film documenter desa ini merasakan hal yang aneh di sekitar rumah.

Apakah yang ter jadi sebenarnya? Sorry fren cerita ini bersambung

maap yah fren masih ada yang cacat teks nya :D